Sunday, March 19, 2017

Makalah Kekuatan Tenaga Kerja

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Industri di setiap negara tumbuh dan berkembang dengan cepat saat ini termasuk industri di Indonesia. Berbagai macam industri-industri terdapat di Indonesia. Perkembangan industri yang cepat seperti ini merupakan peluang bagi perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan konsumen. Fenomena seperti ini menjadikan persaingan antarperusahaan menjadi lebih kompetitif demi mencapai tujuan masing-masing perusahaan.

Bisnis merupakan kegiatan yang terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan yang saling berhubungan. Penciptaan barang atau jasa meliputi transformasi atau pengubahan input menjadi output. Input didalam manejemen operasi meliputi modal, tenaga kerja, dan informasi yang dibutuhkan dalam menciptakan barang atau jasa. Proses transformasi meliputi menyimpan, mengangkut, dan memperbaiki, sedangkan outputnya ialah barang atau jasa yang dihasilkan (Stevenson,& Sum Chee, 2015, h.4). 

Organisasi dapat mengukur output ataupun pada saat proses transformasi dengan menggunakan umpan balik (feedback) dengan cara membandingkan dengan standar yang telah ditentukan sebelumnya Sehingga dengan begitu dapat diketahui perlu tidaknya tindakan pengendalian (Stevenson,& Sum Chee, 2015, h.4).

Tenaga kerja merupakan salah satu input yang paling penting dalam menjalankan kegiatan operasional sebuah organisasi bisnis. Mulai dari kegiatan produksi, keuangan, pemasaran, dan kegiatan lainnya juga memerlukan tenaga kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, maka organisasi tidak dapat menjalankan segala aktivitasnya. Hasilnya organisasi tidak dapat bersaing dengan organisasi lainnya.

Kualitas dan kuantitas tenaga kerja juga perlu dipertimbangkan. Dengan kualitas tenaga kerja yang cakap dan kuantitas tenaga kerja yang cukup merupakan bentuk organisasi dengan tenaga kerja yang ideal. Kualitas tenaga kerja mengacu pada sikap, pendidikan, dan kemampuan tenaga kerja yang tersedia, sementara kuantitas mengacu pada jumlah tenaga kerja yang tersedia dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja.

Kelebihan dalam kualitas dan kuantitas tenaga kerja dapat menimbulkan dampak baik secara negative maupun secara positif. Bila suatu perusahan memiliki tenaga kerja yang berlebihan sementara kualitas tenaga kerjanya tinggi, maka perusahaan dapat memilih tenaga kerja terbaik dengan biaya yang relative lebih murah. Sementara itu, bila kualitas tenaga kerjanya tinggi dan jumlah tenaga kerjanya sedikit, maka perusahaan perlu mengeluarkan biaya upah yang cukup besar. Selain itu, bila perusahaan tidak mempunyai tenaga kerja yang berkualitas dan minimnya jumlah tenaga kerja yang ada, tentunya ini akan berdampak negative terhadap keberlangsungan organisasi.

Fenomena-fenomena seperti diatas sering kali dijumpai pada masa sekarang ini terutama di Indonesia. Kekuatan tenaga kerja memiliki peran penting bagi Indonesia dalam menyonsong pasar bebas ASEAN atau yang lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean. Dengan adannya MEA maka masyarakat Indonesia di tuntut untuk memperbaiki kualitas tenaga kerjanya, sehingga tidak kalah dengan tenaga kerja imigran dari negara lain.

PT. FREEPORT INDONESIA merupakan perusahaan afiliasi dari Freeport McMoran. Kegiatan PTFI yaitu menambang, memproses, melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak. PTFI beroperasi di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika Provinsi Papua, Indonesia dengan memasarkan hasil tambangnya ke seluruh penjuru dunia. 

Freeport McMoran (FCX) merupakan induk dari perusahaan tambang Internasional utama dengn kantor pusat di Phoenix, Arizina, Amerika Serikat. FCX mengelola beragam asset yang tersebar di empat benua dengan dengan cadangan tembaga, emas, dan molybdenum. Mulai dari pegunungan Papua, Indonesia, hingga gurun-gurun di Barat Daya Amerika Serikat. 

PT. FREEPORT INDONESIA merupakan salah satu perusahaan yang banyak memperkerjakan tenaga kerja asli Indonesia khususnya masyarakat papua. Pada tahun 2014 saja, PT. FREEPORT memperkerjakan lebih dari 12.036 karyawan langsung dan lebih dari 18.000 karyawan kontraktor. Dengan presentase 63,94 % non papua, 34,68% papua, dan 1,38 asing, dari semua tenaga kerja yang ada, sebanyak 97,5% adalah masyarakat Indonesia dan 2,5% adalah masyarakat asing (www.ptfi.co.id).

Banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan dan dipekerjakan di PT. Freeport Indonesia merupakan tantangan yang harus bisa di atasi. PT. Freeport Indonesia harus bisa mengelola tenaga kera tersebut dalam kegiatan operasionalnya agar tidak menimbulkan konflik. Dengan bidang pekerjaan seperti penambangan, pengolahan, dan konsentrat tembaga, memerlukan pekerja yang mempunyai kecakapan dan membutuhkan banyak tenaga kerja.

1.2 Masalah Pokok

Banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan dan dipekerjakan oleh PT. Freeport menjadikan perusahaan harus dapat mengelola tenaga kerja tersebut, tenaga kerja yang dibutuhkan bukan saja hanya sebatas kuantitas, melainkan kualitas dari tenaga kerja yang cakap sangat diperlukan. Berdasarkan masalah pokok tersebut, maka dibuat rumusan masalah sebagai berikut :
  1. Faktor-faktor apa yang menjadi kekuatan tenaga kerja?
  2. Bagaimana hubungan kekuatan tenaga kerja terhadap kegiatan Operasional PT. Freeport Indonesia?
  3. Tujuan Penulisan Makalah

Penulisan makalah ini bertujuan untuk menyelesaikan tugas makalah yang diberikan oleh Dosen Bisnis Internasional. Selain itu penulisan makalah ini bertujuan untuk:
  1. Mengetahui faktor-faktor yang menjadi kekuatan tenaga kerja
  2. Mengetahui bagaimana hubungan kekuatan tenaga kerja dalam kegiatan operasional PT. Freeport Indonesia

1.4 Kegunaan Penulisan Makalah

Penulisan makalah ini bermanfaat dalam bidang ilmu Bisnis Internasional. Makalah ini juga dapat digunakan sebagai referensi bagi penulis lain dengan topik yang sama yaitu Kekuatan Tenaga Kerja dan hubungannya dengan Perusahaan Multinasional.

1.5 Sistematika Penulisan

BAB I Merupakan awal dari penelitian yang berisi dalam bentuk latar belakang, rumusan masalah mengenai pokok permasalahan dalam bentuk pertanyaan, tujuan penelitian, dan manfaa penelitian.

BAB III Berisi tentang konsep yan dibahas mengenai kekuatan tenaga kerja

BAB III Berisi tentang pembahasan mengenai kekuatan tenaga kerja dan apa saja faktor-faktor kekuatan tenaga kerja dan penjelasan mengenai kekutan tenaga kerja di PT. Freeport Indonesia.

BAB V Kesimpulan dan saran

BAB II
LANDASAN TEORI

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Kekuatan Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan input penting dalam kegiatan operasional bagi para pelaku bisnis, baik itu perusahaan kecil maupun perusahaan besar yang sudah multinasional. Seiring dengan banyaknya industry yang berkembang, maka dibutuhkan banyak tenaga kerja. Hal ini dikarenakan pencipta lapangan kerja harus efisien, berdaya saing, dan menguntungkan.

Ketersediaan tenaga kerja dalam suatu negara merupakan hal penting yang harus diperhatikan apanila ingin membuka lapangan pekerjaan. Kondisi tenaga kerja disuatu kawasan ditentukan oleh kekuatan sosial, kultral, agama, sikap, dan kekuatan lainnya. Penentu lain dalam tenaga kerja yaitu kekuatan politik dan hukum (Ball dkk, 2014, h.389).

untuk lebih jelasnya mengenai makalah kekuatan tenaga kerja, dapat didownload melalui link dibawah ini:
Download Makalah Kekuatan Tenaga Kerja
Download Makalah Kekuatan Tenaga Kerja

No comments:

Post a Comment

Sudah baca isinya? terimakasih bagi anda yang mau koment, kritik dan saran anda sangat berguna untuk saya dalam mengshare artikel seputar pembelajaran